Dia langsung terdorong untuk mengelusi kelembutan tangan Larsih itu. Dia berharap Larsih mengocoki batangnya pula. Bokeb Mas Diran ingin menjawab lapar dan hausnya Larsih itu. Dia mengalami apa yang sering orang sebut sebagai ‘orgasme beruntun’. Jari-jari kasar Mas Diran kembali menyentuh hendak meruyak bibirnya. Secangkir kopi, kesukaan suaminya dan sepiring kacang rebus menyertai mereka bercengkerama di depan tevisi-nya. Sana cari yang suka pentungan Mas Diran!,” ketus Larsih bernadakan cemburu. Baju atasnya itu hanyalah sepotong kain yang membungkus sebagian kecil dadanya dengan tali kecil yang nyangkut ke bahunya. Istrinya, Murni bekerja sebagai perawat di rumah sakit bersalin di bilangan kecamatan tidak jauh dari rumahnya.Jadi pada waktu-waktu tertentu di siang hari rumah Mas Diran dan Murni kosong selama satu minggu karena Mas Diran kebetulan kena giliran jaga di siang hari.




















