“Aku tak tahan melihat Si Tommy yang menonjol di balik celanamu.. Aku hanya menarik napas dalam-dalam. Bokeb Jam dinding kamar itu sudah menunjukan pukul duabelas kurang sedikit. “Hehh.. “Akh..! Matahari belum bersinar lama. Ia melanjutkan kata-katanya dengan suara berat. Tangannya pun mulai mengusap-usap kedua bola zakarku, dipermainkannya lembut sambil sesekali digelitiknya dengan kuku-kuku jarinya yang panjang. Tak lama muncul seorang wanita berpenampilan seksi yang tampak lucu dan ganjil karena usianya yang telah lanjut. Aku berusaha tetap bersikap sopan meskipun kutahu wanita tua itu menaruh minat khusus pada organ yang tersembunyi di balik celana jeansku. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Posisi tidurnya belum berubah. Aku hanya menarik napas dalam-dalam. Kulihat sebelahku telah kosong. Aku berdiri di depan kloset, melepaskan urine yang sudah tak dapat kutahan. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Ia menceritakan hari-harinya di kantor siang itu, mengutarakan rencananya nanti malam, dan menceritakan aktivitas tambahan yang dilakukannya tadi pagi.




















