Pak Adi mendekatiku saat rapat terlihat akan usai. Lelaki yg mendorongku adalah Pak Hadi, salah seorang petinggi partai, juga ikut bersamanya Pak Juki yg tampangnya culun berkacamata tapi hidung belang itu. Bokep Indo Live Astaga…. Posisi duduknya memang strategis, tak ada orang di ruangan itu yg bisa melihat ke arah tab-nya, namun dari posisiku di luar aqu dapat melihat jelas. Selama hampir sejam, rapat berlangsung cukup serius dan terus terang…membosankan, banyak kata-kata munafik demi rakyat lah, demi umat lah, demi kemashlatan bersama lah, aqu sih sudah sangat kenyg bahkan eneg mendengar semua itu.Bagiku mereka sebenarnya cuma mengutamakan uang, tahta, dan syahwat, hanya saja pintar-pintar mereka dibalut dgn kata-kata manis seperti yg sebelumnya kusebutkan itu. kacau nian keadaannya kali ini, lubangku dipenuhi kemaluan yg besar-besar. Pak Hasan sendiri tak kalah gila, di depan sofa itu di atas permadani ia sedang asyik menjilati kemaluan Bu Tere, salah seorang anggota dewan dari partai kami yg dulunya adalah seorang penyanyi.




















