“Ternyata kamu udah besar, yah!” ucapnya sambil tersenyum. Sementara aku yang semakin mengantuk, mendengar suara desahan-desahan Mas Agus yang kian menderu. Bokep Asia Kurangkul tubuhnya dan membantunya berjalan pulang..Sebelum sepuluh tahun yang lalu aku hanyalah anak laki-laki biasa yang senang bermain bola di lapangan yang becek sisa hujan semalam atau berlari-larian mengejar layangan putus sampai ke kebun orang dan dimarahi sang pemilik kebun. Tidak akan macam macam!” jawabku memastikan perkataan mereka, sementara Lenny langsung berjalan menghampiriku. Saat aku balikkan badan, kulihat Mas Agus sudah barada tepat di depan pintu. “Indra! Tanpa sadar tubuhku terjatuh di atas ranjang sambil terus berciuman. Gua ngga setuju!” serunya dengan nada marah. Lalu diciuminya leherku, dielusnya tubuhku, sementara aku telah terlelap dan membisu.Lima tahun kemudian, lima tahun sebelum hari ini Mas Agus yang sudah empat tahun tak pernah lagi berkunjung karena ditugaskan di luar kota, sore itu di hari Sabtu yang agak kelabu ia datang dengan seragam lengkapnya.




















