Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Sekarang di ruangan yg terang benderang baru aku sadari kalau si Diah ini cakep sekali.Kulitnya putih mulus. Bokep Barat Namun ada yg misterius di tatapan matanya. Kami yg dibelakang harus membungkuk dan bersembunyi. Di dlmnya, amboi… banyak wanita cantik yg berpakaian seksi. Pokoknya ribut sekali. Habis itu dengan senyum memancing dia berjalan dan berbaring telungkup di kasur.Ketika mendengar pintu kamar ditutup Peter, kami segera berhamburan mendekati Diah. Seperti anak ayam, kami mengikuti Peter ke kamar karaoke. Jujur saja, saat itu aku begitu kaget, garis tangan begitu amburadul yg menandakan kehidupan dia yg juga amburadul.Aku memperhatikan garis cintanya, kemudian aku berkata,“Kamu sangat susah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, tapi baru-baru kamu menemukan orang tersebut, sayg kalian harus berpisah…”Aku menatap wajahnya, matanya yg besar terbelalak.“Teruskan…” kata dia.“Kalian




















