Sudah delapan botol bir aku dan Mamat habiskan di cafe ini. Bokep Indo Live Hingga besoknya, Mamat pun mendapatkan informasi kalau Rianti dan ibunya kecelakaan saat menuju Jakarta. Aku juga sudah cukup dekat dengan keluarganya, apalagi usaha ku dan Mamat sudah cukup lancar, tiap hari ramai dengan pelanggan. “Aku sebenarnya tidak enak menceritakannya, tapi kamu sahabatku, aku tak bisa sembunyiin ini darimu…” kata Mamat. Perlakuan ibunya sedikit agak beda terhadapku hari ini. Aku terpaksa membiarkannya menjauh, aku sedih bercampur malu, beberapa anak kuliah memperhatikan aku, mungkin mereka mendengar percakapan kami. Malam pun tiba, kembali ku pinjam motor Mamat untuk pergi menjemput Rianti. Aku merasa hidup ini sangat fana. Buat apa Rianti dan ibunya ke Jakarta? “Susah sama-sama susah… Senang sama-sama senang… Aku akan menemanimu di sini…” jawab Mamat.Sambil menunggu jam pulang kuliah, aku dan Mamat menunggu di depan gerbang sambil bercerita.




















