“Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Bokep STW Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Apa yang ingin mereka lakukan? Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Itu cuma dugaanku. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah.




















