Kesel juga aku dibilang masih kecil. Mungkin sekitar setengah jam kemudian baru taksinya datang. Bokep Family Walau naik sepeda motor, kami tidak pakai helm, katanya tempat persewaan VCD-nya dekat. Tapi aku tidak berani menanyakannya, terlalu dini ah. Menit demi menit berlalu, gila.., lama sekali. Di luar, aku duduk-duduk saja di ruang tamu sambil ngobrol dengan Lenny dan teman-temannya yang kebetulan ciban semua. “Sial!” gerutu Mas Zani. Mas Zani baru pertama kali itu bersenggama, sedangkan Yeyen sepertinya sudah berkali-kali, soalnya kata Mas Zani, Yeyen sudah tidak perawan lagi. Ahh.., aku benar-benar merasa serba salah waktu itu, dan mereka tidak mengacuhkanku sama sekali. Aduh, pemandangan yang cukup menggelikan sekaligus menggairahkan itu benar-benar membuatku kewalahan pada diriku sendiri, diam-diam aku mulai melepaskan t-shirt yang kupakai dan menggerayangi tubuhku sendiri. Terus terang saja Mas Zani kaget, “Heh! Keluarganya sudah sangat akrab dengan keluargaku, sudah seperti satu keluarga sejak aku lahir. Yeyen masih tetap dengan stylenya, kadang menarikan pinggulnya pelan-pelan, lalu cepat,




















