“Tidak ikut tadi?”
“Nggak.”
“Kenapa?”
“Lagi marahan aja.”
“Wah.., gawat nih.”
“Biarin aja.”
“Kenapa emangnya?”
“Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.”
“Perang, dong?”
“Aku marah! Bokep Begadang?”
“Nggak deh. (Ini cuma sekedar nyentil, lho. Di antara teman-temannya, dia yang paling menonjol. “Kamu selingkuh juga.” Jawabku asal-asalan. Dia pun menatapku. Kantornya “x” (nama koranku), khan. “Mas, Mas wartawan ya?” katanya kepadaku. “Kamu sudah punya pacar, belum?” Tanyaku. Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Benar-benar kampanye, nih? Kami pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. “Ngghh…, ngghh..”
Aku pegang batang kemaluanku sebelah tangan dan kemudian kurasakan muncratnya air maniku dengan kencang dan banyak sekali keluar dari batang kemaluanku. Takut ia berubah pikiran, tanpa menunggu lebih lama lagi langsung aku buka celana dalamnya, dan mengarahkan mulutku ke kemaluan Mikha yang bulunya lebat, kelentitnya yang memerah dan baunya yang khas.




















