. Bokep Montok .”Aku berdiri dengan pelan , kemudian menunduk ke arah jari-jari kakinya dan langsungkuhisap jemari kakinya satu persatu yg langsung membuat dia terhenyak seketika .“Ohh . . anterin dong kita pulang ke hotel , sekalian ada yg aku mau bicarakan berdua dengan kamu ,” ujar Meida memecah kesunyian .“Baiklah kalo begitu ,” ujarku kemudian sambil menenteng gitarku .Setelah membayar makanan dan minuman , kita berjalan kaki menuju hotel mereka menginap yg ternyata tak jauh dari cafe itu . ,” teriaknya .“Serr . aku juga merasa berdebar saat menyanyikan lagu tadi .”“Kamu begitu cantik dan anggun saat duduk diantara teman-tamanmu ,” lanjutku kemudian .Sejenak Meida memandangku dengan kedua bibirnya merekah merah . . hey , bolehkan aku panggil kamu dengan sebutan itu?” tanyaku kemudian .Meida menganggukan kepalanya sambil berkata , “Aku suka kok kamu memanggil aku dengan sebutan itu .”Sekitar jam 23 .00 pertunjukan live accoustic selesai , para pengunjung tinggal beberapa aja yg masih bertahan




















