Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Felly lagi. Bokep Tobrut Dicemberuti oleh si Indri. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannnya. Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Hanya bosan. Tidak sampai satu menit ia sudah masuk dan mengunci pintu ruanganku. “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis. Sampai jam 5 sore, waktu karibku menelpon aku malah buat janji dengannya untuk clubbing di Zanzibar.




















