Ben menyusul beber-apa saat kemudian, dan vaginaku benar-benar banjir. Bokep Montok Kubiarkan tubuhku jadi milik mereka.“Akkkhh…. Gue milik luu… aakhh…!!”“Iya sayyyaangg… gue entot lu sampe puasss…” sahut Ben sambil mencengkeram pantatku dan mempercepat goyangan penisnya. Aku mengenalinya sebagai suara Feri.“Gue boleh masuk, ya?” tanya Stella sambil melangkah masuk sedikit.“Boleh doooong!!” terdengar koor kompak anak cowok dari dalam. “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek.“Ngng… nggak usah, Yud.” Tolakku. Ben menyusul beber-apa saat kemudian, dan vaginaku benar-benar banjir. Gila, gue udah nggak kuat bawa se-muanya, nih.” Pintanya memelas.“Oke, tapi yang enteng ajaaa…” jawabku sambil mengambil alih beberapa barang ringan. Tapi gayanya yang kenes malah dianggap seb-agai anggukan iya oleh para cowok. Sudah tak ter-hitung lagi berapa kali penis mereka mencumbu vaginaku, namun aku menikmati itu semua.




















