Maka aku terus mempergencar gerakanku. Bokep Cina “Hadiahnya?” tanyaku bingung. Katanya, dengan kondisi seperti itu, aku seperti nyomet, demikian ia memplesetkan istilah monyet.Siang itu akhirnya kami melakukannya sampai dua kali. Batangku dijepitnya hanya dengan menggunakan jempol dan jari tengahnya. Ia mengangguk.“Sekarang?” tanyaku lagi. Aku ikut tersenyum dan spontan menghela nafas. Kami hanya bisa saling memperdengarkan rintihan dan desah kenikmatan. Tapi yang cocok? Perkenalan kami terjadi sewaktu aku terlibat dalam sebuah kepanitiaan temu bisnis yang diadakan sebuah perusahaan terkemuka di ibu kota. Aku berusaha berkonsentrasi dengan setir mobil. Gerakan yang sudah lama tak kulakukan.Kurasakan Maryati pun sepertinya sudah lama tak menikmati permainan cinta seperti ini. Bagiku kehidupan perkawinan yang kulalui selama ini didasarkan atas rasa cinta. Ah.. Terasa sekali rasa nikmat menjalar di sekitar pangkal dan sekujur batang kemaluanku.Suara hujan di halaman depan makin membuatku bergairah.










