Kak Tina tetap tak sadar. Aku mengharapkan segalanya akan terulang kembali. Bokep Tante Saat itulah kurasakan puting susu Kak Tina mengelus punggung tanganku. Mana bisa. Rasa penasaranku makin bertambah.Suatu siang sepulang sekolah, rumah tampak sepi. Aku naik kembali ke tempat tidur.Tapi aku sudah telanjur tidak dapat tidur. Jadi siapa? Dia suka membaca. Aku segera pulang. Aku coba mengusapnya, seiring dengan usapannya di pahaku. Saat itu aku mulai numpang tinggal dan hidup di rumah Pak Rochim semenjak kelas satu SMP, dan aku tidur di sebuah kamar kecil dengan pembantunya, seorang perempuan berusia sekitar 21 tahun. “Mimpi basah?”. Setelah makan, seperti biasa aku dan Kak Tina menuju kamar kami. Aku membiarkan saja. Sedang Kak Tina ke dapur. Aku tetap memegang dadanya, sampai aku tertidur dengan damai. Muka dan kepalaku memanas.




















