Satu lagi tombol di bagian atas bajuku terbuka sehingga bagian atas yang mulai menekuk di bawah susuku mulai muncul. Pernahkah dia melihat bagian dalam pahaku, kataku pada diri sendiri.“Tunggu sebentar …”, kataku pada Ferdy. Bokepindo Dia mencium mataku dengan intens. Dengan demikian, bagian bawah paha saya sedikit terangkat dan agak sulit ditutup dengan pakaian yang saya kenakan. Ferdy tersenyum padaku walaupun aku tahu dia agak terkejut melihatku berpakaian seperti biasa.“Bagaimana kabarmu, Sis Win,” katanya.”“Hei, mari,?”, Dan mengundang dia masuk.Saya kemudian mengambil artikel yang Ferdy bawa dan meletakkannya di meja makan. “Kak Win, eh, aku minta maaf, tapi aku tidak bisa menahan perasaan Kak, Win, jangan marah …” kata-kata baru saja lolos dari Ferdy. Dia berganti hidung antara bibirku dan bibirku. Kemejaku di belakang diangkat sekitar 20 cm di atas lipatan lutut dan celana dicetak pada pakaian karena sempitnya. Saya hanya mendengar kata-katanya.“Ahh … Fer.” Itu adalah satu-satunya kata yang diucapkan dari mulutku.




















