Tawaran Karen tentu saja tidak aku tolak. Bokep Twitter Seminggu ini Karen lumayan jenuh dengan pekerjaan kantor-nya. Karen bilang kalo dia banyak belanja buah-buahan segar dan juga untuk weekends. “Wah, ini tricky question yah?!”, tanya-ku lagi bercanda. Aku tanyakan kepada-nya buat apa belanja sebegitu banyak kalo hanya untuk 2 orang saja. Tiba-tiba saja perut-ku terasa mulas, dan aku lari terbirit-birit menuju ke toilet. “Ngga pernah, dan dia juga kayak-nya jijik deh.”, jawab-nya singkat. Tidak lama kemudian Karen kembali dari kamar mandi dan segera kembali ke kamar-ku lagi. Aku bilang pada-nya kalo aku baik-baik saja, cuman lagi ngga ada mood untuk ngomong. Tidak berhenti-hentinya aku membelai rambut-nya, sampai akhir-nya aku tertidur kembali. “Kak Ditto…Karen mau datang nih…dorong terus kak Ditto, pleaseee!”, suara Karen yang mulai meracau. Kulepas bibir-ku dari bibir-nya, dan kami saling bertatap muka. Karen kembali tersenyum, dan berkata kepadaku, “Kini saat-nya Kak Ditto yang datang yah?!”. Aku bilang pada-nya kalo film drama seri Korea/Jepang bisa membuat




















