”Hihi…saya juga puas banget kok Pak” balas Eva sambil tersenyum lembut.Agaknya ini saatnya aku harus segera cabut dari situ sebelum ketahuan mereka. Bokep Arab Tapi tidak…aku selalu diajarkan untuk menghargai kehidupan, bagaimanapun yang sedang tumbuh di rahimku ini adalah makhluk tak berdosa, ia hanya korban kekhilafanku, aku tidak akan mengambil langkah itu. Tak lama ia mencabut penisnya, seraya sebagian spermanya mengalir keluar, kulihat cairan putih susu itu mengalir di kedua pahaku. Tubuhku bergetar menahan gairah. Aku kembali ke cubicalku untuk meneruskan pekerjaanku, namun bagaimanapun aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik lagi karena masih terbayang-bayang kejadian di ruang Pak Hendro tadi, selangkanganku terasa sangat basah. Aku mulai terangsang saat membaca kisah-kisah seru yang membuat darah berdesir. Setelah kuperiksa dengan alat pengecek kehamilan, ternyata benar…aku hamil.




















