Nafsu sudah memenuhi rongga-rongga kepalaku, membuatku terengah dan mendesah saat rabaanku menemukan kemaluannya di balik roknya yang tersingkap. Bokep China Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. “Dasar! Kami masih sering berkelana di dunia fana, menemani hantu-hantu malam yang berkeliaran di naungan kepak-kepak sayap cinta dan kasih sayang, mengembangkan layar mencari pelabuhan perhentian kami.Kami bertiga masih berteman. Chie tak pernah masuk ke alam daftar gadis-gadisku. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. Bukan gadis yang berhak masuk dalam katalogku. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Aku sedikit terguncang. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya. Chie juga bercerita




















