Ucap isteriku kalem.“Iya. Bokep Indonesia Katanya mau kayak Rasul? Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Tapi Abi kan manusia biasa. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu.




















