Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Bokep Cina Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Ia hanya menampakkan diri separuh badan.“Mbak Iin.., aq mau makan dulu. Tetapi aq masih betah di dalam angkot ini. Masih ada esok. Aq menyesal mengutuk ibu ketika pergi. kataku.“Iya itu”Ya ampun, aq membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas tempat tidur yg putih. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Lalu dikocok-kocok sebentar. Ia malah melengos. Aq langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
“Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Sekali. Suara itu lagi. Dari atas: Turun. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, paha. Ia menekan-nekan agak kuat.




















