Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Ke bawah lagi: Turun. Vidio Sex Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Sial. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Dingin. Di mana? Ah. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Bodoh, bodoh, bodoh. Lalu asyik membuka tabloid. Daripada suntuk diam di rumah, tadi malam aku menyelesaikan kerjaan yang masih menumpuk. Makin lama makin jelas. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Tidak pasang wajah perangnya.“Kayak kemarinlah..,” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Astaga. Nampak ada perubahan besar pada Wien.










