Kelumpuhan yang menimpanya membuat suaminya tidak mempu menjalankan tugasnya sebagai seorang suami dan laki-laki.Kini, kerinduan akan sentuhan seorang laki-laki menohok jantungnya. Bokeb ttt… nnni.. “Mandi bareng mas”“Y-Ya,” kataku gugup.“Koq diem saja, lepas dong.” Seperti kerbau dungu, aku melepas pakaian yang aku pakai.“Ah-h!” Dita terpekik ketika aku melepas celana dalamku, tampak kontolku tegak menjulang. Untung saja mobil yang kami pakai ber-AC dan berparfum sehingga kami tidak bermandi keringat ketika kami putar-putar Jogja untuk menemui klien kami.Sekian lama semenjak suaminya menderita lumpuh, Dita menghabiskan hari-harinya untuk mengurus suaminya. “Gedhee sekalee gito loh!” Aku mengangkat wajahnya, dia menatap tajam kearahku.Api birahi terlihat dari sorot matanya yang nanar tajam menusuk kedalam kornea mataku. “Hhmm.. Rencananya kami di Jogja selama dua hari. Sebentar dia melepaskan genggaman kontolku dan melingkarkan naik kedaua tangannya kearah leherku.Kedua tanganku merayap diseputar punggungnya sementara bibir kami saling berpagutan, lidah kami saling meliuk-liuk.




















