Lalu ngomong apa? katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Bokep Live Sekarang hitung penumpang angkot dansupir. Aku menyesal mengutuk ibu ketikapergi. Dan kubuka celana pantai. Aku tidak berpakaian kini. Dadaku berguncang. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis.Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagianlengan, kalau belum cukup kancing Bapakbapak disebelahku juga bisa. Kadangkadangketimun. Tapi mengelapdengan handuk hangat sisasisa cream pijit yang masihmenempel di tubuhku. suara itu mengagetkanku. kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Shit! Pletak, pletok,sepatunya berbunyi memecah sunyi. kataseorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Sudahlah.Masih ada esok. Eh..,kesempatan, kesempatan, kesempatan. pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depanberdering. Akuterpejam menahan air mani yang sudah di ujung.Bergantian Wien kini telentang.Pijit saya Mas..! Hah..? Aku duduk di tepi dipan. Lalu memegangpahaku, Yang mana..?Yes..! Tetapi aku masihbetah di atas mobil ini. Bau tubuh wanita setengah bayayang yang meleleh oleh keringat. Ke bawah lagi: Turun.Ke bawah lagi: Tidak.




















