Mulutnya segera menjelajahi seluruh dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Datang saja jam tiga-an.”Pembantu itu mengangguk sopan dan berlalu.“Ayo minum. Bokep Mama Ia ingin membayar tetapi aku menolak. Rupanya pembantu rumah tangga.“Pak Ardy?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang hendak dilakukan. Ketika akan beranjak meninggalkannya ia berbisik,“Saya menunggu Ardy di rumah.”Hatiku bersorak-sorak. Aku merengkuh tubuh montok itu ketat ke dalam pelukanku. Ditinggal mati oleh isteri di usia 39 tahun bukan hal yang menyenangkan. Spermaku memancar deras. Beberapa teman kerja di kantor yang masih lajang kelihatannya membuka peluang. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Ia pun mencapai puncaknya. Kuangkat tubuh itu dan ia bergayut di leherku.




















