Maaf mengganggu.” Lindia menjawab dengan tenggorokan kering.Lindia hanya mengenal laki-laki itu dipanggil Ko Han oleh boss-nya. Bokeb Gua juga tanya ke bos suami lo, si Pramono kemaren dulu.”Lindia agak kaget mendengar Ko Han bisa mencari informasi tentang Doni dan Pramono yang belum pernah ia ceritakan sebelumnya kepada siapapun.“I..iya Ko. Gak mungkin saya boongin Bapak.” Lindia menatap cemas. Lindia jatuh kejang-kejang memuntahkan semuanya. Tubuh Lindia mengigil, tapi hanya sekejap ia merasakannya, karena Mahmud dan Tasirin sudah menarik dan mendorong tubuh Lindia ke atas ranjang. Suara dengusan Basiran terdengar jelas di belakang Lindia. Hampir serempak ketiganya bangkit, melepaskan pakaian dinas dengan beragam atributnya itu hingga terserak di lantai.Ketiganya mengitari Lindia. Ia berkata panik, membela diri mengatakan kalo Pramono yang baru bersedia ditemuinya pada jam tujuh, padahal ia sudah menunggu sejak pagi tadi. I love you! Semoga salah. “Jumlah segitu banyak banget. Lindia memejamkan matanya.




















