Tidak hanya sampai di situ saja siksaan yang kualami. XXX Bokep Kedua putingku terasa sakit dan mengeluarkan darah.Nyonya Hana kemudian memakaikan sebuah kalung anjing di leherku dan menyuruhku untuk berjalan merangkak mengikutinya seperti seekor anjing. Gadis-gadis di situ menjerit menahan malu. Nyonya Hana kemudian memberiku makan saat itu. Tapi anehnya, aku menikmatinya. Dia berdiri berkacak pinggang penuh kemenangan. Aku menunggu dengan hati berdebar-debar. Aku menurutinya. Dada, perut dan paha tidak luput dari tetesan cairan lilin panas. Aku dilecehkan dan dicemooh oleh orang-orang. Dicaci, dihina, direndahkan dan disiksa secara sadis oleh majikanku. Aku benar-benar merasa seperti di neraka. Tar! Aku diolok-olok di depan umum dalam keadaan bugil dan kotor. Akhirnya, mereka berlalu juga.Kejadian seperti itu berulang terus sepanjang aku menempuh perjalananku. Aku menuruti perintahnya. Nyonya Hana lalu menyuruhku untuk memasuki ruang belakang. Aku pun melakukannya. Tapi aku tidak dapat menolak. Perkenalan awal lewat internet kemudian berlanjut ke pertemuan kami.




















