Saat menatap ke arah sana aku kembali kaget. Rutukku lagi dalam hati. Bokep Arab Biasalah, ngabis-ngabisin duit Mama. Yang pasti sepanjang jalan menuju kamarku, pikiranku dipenuhi dengan kontol si Willy yang luar biasa itu. Aku sampai melotot melihatnya. Gede banget Tom. Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Gila aja. “Baru aja ma,” sahutku. Hehe. Tubuh si Mimi sampai terdorong-dorong ke depan karena hentakan itu. Karena kami sama gilanya, jadi asyik. Setelah membalik-balikkan badan beratus kali di atas ranjangku yang empuk, barulah aku bisa tertidur. Karena hidup dengan Mama sejahtera, maka aku memilih untuk tinggal bersamanya sejak ia bercerai dengan Papaku setahun yang lalu.Papaku yang cuma bekerja sebagai pegawai rendahan, mana bisa memenuhi kebutuhanku yang doyan hura-hura. “Benar Wil?” tanyaku. Si Mimi sedang ngentot dengan Willy.




















