Aku meraih uang itu, melipatnya,kemudian memasukanya ke dalam kantung dasternya. Bokep Mama Obrolan pagi itu terasa menyenangkan, spertinya dirinya benar2 melupakan kejahatanku waktu itu. “Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini. “Sekarang terserah mbak, saya tetep kasih uang yg mbak minta, kalo mbak mau menuhin kemauan saya okay, gak juga silahkan..”Jawabku pelan sambil melangkah ke kamar. Dirinya kembali terdiam. “Santai aja dulu..temenin saya sarapan dulu..” Ntah kenapa pagi itu aku agresif. Tapi situasinya telah terjepit, wanita lain mungkin bakal menghardiku serta segera berangkat menjauh, sementara mbak Juminten tidak punya opsi lain. “Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini. Wajahnya tetap terkesan tegang, dirinya hanya melirik sebentar ke arah meja kemudian kembali tenggelam dalam pikiranya. Dirinya makin terbuai oleh rangsangan dariku. Sedikit demi sedikit batang itu terbenam diiringi dengan rintihan mbak juminten serta desis yg keluar dari mulutku.




















