Akhirnya kuarahkan mobilku ke arah Jl. Bokep Arab Kupegang tangannya dan kuelus sampai pangkal lengannya, sambil aku pura-pura nonton film. Akhirnya lama-lama aku jadi sering menelepon Vera. Oh iya, ternyata juga dia memberi tahu kepadaku bahwa dia itu Chinese, dan aku juga kasih tahu dengan dia bahwa aku orang pribumi.Hampir sebulan aku hanya saling menelepon dengan dia, seringnya sih di kantor. Norak sekali aku nih! Feelingku mengatakan, pasti Vera orangnya cantik. Aku jemput dia di rumahnya, kebetulan orangtuanya sedang ke Jakarta, yang ada cuma kakaknya dengan pembantunya. Besoknya kutelepon lagi, yang mengangkat cewek (yang kemarin kali ya?). Akhirnya aku dan Vera sama-sama sampai klimaksnya, barengan lho. Aku tipe laki-laki sopan sih, nggak langsung tancap gas.Dia hanya merem saja menikmati ciumanku sambil kadang-kadang mendesah, keenakan barangkali. Kuciumi pinggangnya, sambil jeans-nya kutarik pelan-pelan ke bawah.




















