Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya.Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. “Aku nggak rugi, kok”, jawabnya santai. Film Porno Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. Kemudian Iswani meninggalkan penginapan sementara aku hanya dapat termenung.Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. Kamu tidak akan bisa membuat wanita senang dengan cara ngobrolmu yang seperti itu.”, nasihat Iswani padaku. “Terus yang mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yang ke berapa?”, tanyaku halus. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. “Sudah ngopi, Tok?”, tanyanya. Kedua tanganku memegang kedua payudaranya dari belakang badannya. “Oh ya Tok, karena besok kamu sudah mulai bekerja, nanti malam aku akan menginap di Banjar Baru agar tidak mengganggumu.




















