Satu cubitan kecil yg khas mendarat di perutku.“ih, kok nyubit sih”,ujarku sambil menangkap pegelangan tangan istriku.“semua gara2 kamu tau..”,jwb istriku masih terus berusaha mencubit.“iya, jadi si Nakim males kerja,malah kepengen kawin”,jwb istriku lagi.Aku pun tertawa sambil mendekap tubuh istriku. Beberapa saat istriku seperti melayang dalam nikmatnya utk kemudian mengayun lagi.Melihat peluh istriku yg menetes didorong juga oleh hasrat ingin membalas, kupeluk istriku, kuatur kedua kakinya dan perlahan kuarahkan ia agar berbaring. Bokepindo Terdengar lenguhan istriku seperti terkejut. Apalagi terkadang sifat lugu si Nakim kerap membuat istriku tertawa.Akupun simpatik dgn sikap dan sifat Nakim, sehingga aku tak sungkan utk ikut menyiapkan keperluan Nakim sebelum nanti berangkat kerumah tanteku.Baju kaos,kemeja, celana panjang, sampai celana pendek, entah baru dibeli maupun bekas dimasukkan ke kardus agar bisa Nakim bawa saat berangkat nanti.Tak ada hal yg negatif yg muncul dari kehadiran Nakim dirumahku. Merasakan gelagat itu,istriku sempat membuka matanya dan menatap ku tajam, tp ku tak terlalu menghiraukan, dgn lembut kubelai




















