Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Bokep Crot Aku memang paling suka kalau dipuji.Oh, ya…, Nanti malam kamu datang…”, ujar Tante Maya sebelum pergi. Memang tingkahku tidak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Ayah berjanji akan membelikanku motor. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Sedangkan aku sama sekali tidak mengerti. Dua kakakku perempuan semuanya. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Bahkan aku tidak protes ketika Linda mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Padahal aku sudah punya mobil. Kehangatan tubuhnya begitu terasa sekali.Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Padahal aku sudah punya mobil. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Aku memang tidak mengerti dengan kekecewannya.




















