masak orang sakit jantung kok dipijitin, bukannya mijitin yang lain..?” kataku mulai berani.“Kamu kok nggak percaya sih.. anuu tadi mijitin Neneknya Shinta..” katanya gugup.“Bener Tante..? Bokep Mama ss, pelaan sayang, punyamu terlalu besar,” jeritnya kecil. yak begitu teruus yang kiri sayang oohh..”Tante Tika menundukkan badan agar kedua buah dadanya terjangkau mulutku. Setelah mendapat kunci, mereka kemudian melangkah pergi untuk menuju kamar yang dipesan.Lalu aku menguntitnya diam-diam, pada Roy aku pamit mau ke Toilet. apa sih maksudmu..?”“Sekali lagi maaf Tante, sebenarnya saya sudah tahu semuanya..?”“T..tahu apa kamu?” dia mulai gelagapan.“Bukannya Tante sekarang berada di Tretes di Hotel **** (edited) di kamar melati no.3 bersama orang yang bukan suami Tante,” kataku.“D..Doon, kamu dimanaa?” katanya bingung.“Temui saya di belakang kamar tante, di dalam mobil Civiv Putih sekarang.. Jangaann Oohh..” dia terus melarang tapi sesaat kemudian dia membalikkan badan.“Doonn, puaskan dahaga Tante..” katanya sambil melumat bibirku, kini dia begitu agresif, aku ganti kewalahan dan berusaha mengimbanginya, tanganku meremas kedua buah dada




















