Dia menoleh dan memandangku dengan tatapan yang berlinang air mata.“Aku sungguh-sungguh minta maaf!” ucapnya diantara isak tangisnya.“Itu terjadi begitu saja bulan lalu. Bokep Tobrut “Tapi, kita tidak pakai pelindung!” kataku ragu.Tapi keraguanku malah semakin membuat pantulan tubuhnya semakin keras saja dan tak ayal aku langsung keluar jauh di dalam rahimnya. Penis abang kan penuh dengan cairanku,” kata Erina dengan wajah menyeringai. “Teganya aku? Dia tersenyum memergoki aku yang terpana melihat dadanya.“Ini milikmu sepenuhnya,” kata Erina sambil menyangga kedua buah dadanya dengan kedua tangannya sekaligus meremasnya menggoda.Kuhabiskan gelas keempatku dan segera membenamkan wajahku ke dalam dua bongkahan daging kenyal didepanku. Kami minum-minum dan aku tak ingat pasti apa yang terjadi kemudian, yang kuingat saat aku terbangun, kita tidur berdua di ranjangnya. Erina menatapku dan menggelengkan kepala, tapi kemudian dia menarik nafas dan kelihatan agak sedikit mereda emosinya.“Sudah satu tahun kami mencoba untuk mendapatkan seorang bayi, tapi belum juga beruntung.




















