Aku duduk di dekat mesin besin. ohhhhhhh……… sssssshhhhhhhh…… ohhhhhhh………… ssssssshhhhhhhh………. Film Porno crot… crot…. “Ahmad….”, si pemuda mengulurkan tangannya sambil gemetaran. “Ahmad….”, si pemuda mengulurkan tangannya sambil gemetaran. Ketika mereka masih bengong liatin tetekku, aku langsung tancap gas karna lampu udah ijo. Mmmmmmmm…… sebenernya aku pengen ngemut juga sih, walau aku doyan ngentot tapi ya pilih-pilih jangan-jangan pak Abdul suka main sama perek kan bisa ketularan penyakit aku. “mbak boleh saya….”, kata pak Abdul sambil tangannya maju hendak meremas tetekku. “Panggilin Ahmad dunk pak, saya juga mau makasih sama dia”. Dasar anak muda. “Kok sepi ya ??”, kataku. Sengaja aku tengok keduanya. “Yes pas merah”, sengaja aku tunggu lampu merah. “mbak boleh saya….”, kata pak Abdul sambil tangannya maju hendak meremas tetekku. Setelah siap dengan kostum eksibku aku menembus gerimis dengan “mio pink” kesayanganku. Hujan bertambah deras, membasahi seluruh bajuku karna sengaja aku g pake jas hujan. Tanpa menunggu konfirmasi dikeluarkanya tongkolnya yang coklat panjang. Sempat liat










