Dedi tak mau kalah, ia menerjangkan penisnya melesak ke dalam rongga tenggorokanku. Bokep Aku menatap pemerkosa vaginaku dengan sayu, berharap ia mengerti dan mau memberiku kesempatan istirahat, karea aku tak bisa berkata apapun dengan penis yang sedang memperkosa mulutku ini.“Break dulu, nanti dia bisa pingsan”, kata pak Edy tiba tiba, dan mereka berdua berhenti memompa tubuhku.Semua penis yang memompa tubuhku berhenti bergerak, demikian juga payudaraku terbebas dari remasan yang sangat membuatku menderita keenakan ini. kebetulan aku merasa ingin ke toilet.“Jen, aku ke toilet dulu ya”, bisikku. Kutelan campuran semua cairan itu, dan aku sengaja menjepit penis itu dengan bibirku, kujepit dengan agak kuat. “Sekarang biarkan saya kembali ke kelas pak!”, kataku ketus.“Tunggu Eliza”, kata pak Edy dengan buru buru.Ia berdiri dan memakai celana yang tadi ia lepas untuk memperkosaku.




















