Karena itu… jadilah kekasihku. Tubuhku terbaring. Bokep Korea Lagi, lagi. Sungguh.” Aku menggelengkan kepala. Kamu masih ingin?” Aku menggeleng.Kak Edo mendadak nampak khawatir.“Kenapa?”
“Saya… semalam saya datang bulan.”
“Oh… mens ya?” Aku mengangguk.Kak Edo tersenyum,“Kalau begitu, kita berpelukan saja seharian ini.” Aku tdk tahu harus berkata apa.Untuk sementara, hari- hari ini adalah hari bahagiaku. Pegang selangkangan… oh sial. Panik? Aku keramas, membersihkan lengket di rambutku. Di sanalah aku menangis sejadi-jadinya, hingga lelah dan ketiduran. Memakai rambut untuk mengelap penis merah tua, yg kepalanya licin merah muda. Kami mandi. Bagaimana aku bisa mengatakannya? Lelaki gagah ini sekali lagi mencabut penisnya, lendir meleleh dari lubang vaginaku yg membesar, mengalir di sepanjang pantat dan paha, menetes ke atas ranjang. Saya sudah bahagia bisa begini. Kalau tuan mau meniduri saya… rasanya bahagia.”
“Jangan… jangan bilang begitu…” Aku tersenyum sedih.Aku mengangkat wajah, memandangnya. Memenuhi diriku. Kak Edo tersenyum, mengangguk.“Tambah telor setengah matang?” Sempurna.Aku bergegas mempersiapkan semuanya. Terasa enak ketika lidahku menyapu di sepanjang batang yg










