Sewaktu mau membuka pagar rumahnya sendiri, Mirna kalang-kabut ketika melihat mobil Mercedes-Benz hitam muncul di ujung jalan. “Heh. Bokeb Bayangin orang banyak ngelihat kamu. Jadi dia terbiasa lewat jalan pintas dengan jajan. “Cih. Masukin jarimu ke sana. Di atas pinggang, gaun mini itu mendesak sepasang payudara Mirna sampai nyaris tumpah ke luar, sementara pundaknya terbuka. Sebagai gantinya…Mirna tampil beda. Mirna dan Bram sudah kenal sejak kecil, tapi mereka baru mulai saling mengakrabkan diri setelah menikah. Dia orgasme gara-gara khayalan tadi. “Main sendiri. Dua-duanya terlalu capek untuk ngobrol ataupun merasa bersalah. Dia sudah berniat mau habis-habisan malam itu, dan meyakinkan Bram untuk seterusnya bahwa dia tidak mau lagi Bram main-main di luar. “Masih mau bohong?” katanya sengit. Selagi Mirna kecewa, Bram menyerang sasaran lain. Gak enak sama mereka kalau sampai… cerai.”
“Nggak!” jerit Mirna. Bram melihat istrinya menatap tajam matanya, sambil mencium bau parfum yang lumayan keras.




















