Entah dari mana aku mendapatkan kalimat itu, aku sendiri tidak tahu tetapi aku merasa agak tenang dengan pernyataan itu. Vidio Porno Dia tersenyum memandangku. Tapi.. Eksanti akhirnya membuka kaos ketat warna orange-nya di depan mataku. Telapak kami terus membelai dan meremasi setiap lekukan dan tonjolan tubuh Eksanti. Tiba-tiba, memandang tajam ke arahku, dengan muka yang agak berkerut masam. Soalnya dalam pikiranku saat itu hanya khayalan-khayalan untuk bercinta dengannya. Kejantananku menjadi tegang memandang semua keindahannya, ditambah dengan fantasiku dulu, ketika aku memiliki kesempatan untuk membelai-belai kedua pangkalnya itu. Aku kini duduk di kursi sofa menghadap Eksanti, sedangkan Eksanti masih di atas kasur sambil memperbaiki rambut dan kaosnya kuningnya yang agak kusut. “Janji ya, Mas..!”, ujarnya lagi. Tanganku turun ke bagian perut dan masuk melalui pinggang celana jeans-nya yang memang agak longgar.




















