Rambut dan beberapa sudah terselip uban.Hari itu memang aku masih tergeletak di kamar kostku. Tak berapa lama kulihat Bu Yeyen sudah berada di ambang pintu masih mengenakan baju mandi. Bokeb Bahkan tak jarang dia yang menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua anak kost-nya. Ah.. Jepitan kemaluannya cukup ketat dan menggenggam erat batang kontolku.Kulepas kembali…kumasukan lagi..kulepas…,kumasukan lagi..begitu berulang ulang…“Oh.. Pasti Bu Yeyen sedang mandi, kubayangkan tubuhnya tanpa baju di kamar mandi, lamunanku berkembang menjadi makin hangat, hatiku hangat, kupejamkan mataku ketika aku diciumnya dalam lamunan, oh indahnya.Lamunanku terhenti ketika tiba-tiba ada suara ketukan di pintu kamarku, segera kutarik selimut yang sudah terserak di sampingku.“Masuk..!” kataku. Kulihat dengan jelas pengendalian dirinya, dia tidak menggebu dia memainkan tangannya, bibirnya dan lidahnya dengan tenang, lembut dan sabar. Jendela kamarku yang berkaca gelap dan menghadap ke taman samping rumah membuatku merasa asri melihat hijau taman, apalagi di sana ada seorang wanita setengah baya yang sedang kukagumi.




















