Tanpa ragu-ragu aku mencipratkan air dalam gelas itu ke bibirnya. Bokeb Aku duduk di kursi itu dan mencondongkan tubuhku ke depan, sehingga wajahku sekarang berhadapan langsung dgn kemaluannya, hanya berjarak sekitar sepuluh sentimeter. Suaranya terhenti. namun segala keraguanku tiba-tiba hilang ketika Kakek Ngadimin menjelaskan:
“punya ilmu ini dapat buat cari uang, Dar.” Katanya:
“apa kamu tahu berapa penghasilan dukun-dukun itu? masih kecil banget, namun bagaimana kok tubuhnya sudah demikian bongsor, dadanya sudah demikian besar..Aku menelan ludah:
“bocah cilik begini kok beraninya malam-malam datang ke sini. rasanya keri (geli) sekali..”. Ke ini, tempat pipis saya. Terus ke bawah juga..” Ke bawah mana, tanyaku:
“ke..ini Kakek, aduh, lingsem aku. Kukedip-kedipkan mataku, dan berkali ? Wuih, suaranya juga seksi banget. Dapat-dapat ilmu gendamnya berbalik kepadaku. iya Kakek..” katanya bergetar:
“di pipis saya..




















