Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. Bokepindo “Kamu sudah makan Tok? “Mbak, pria yang duduk disana ada yang ngelihatin Mbak terus, sepertinya naksir, mau kukenalkan Mbak”, kataku sambil menghabiskan roti bakarku. “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. “Ya ampun Tok, kamu baru bangun!”, teriak Iswani. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Kulihat Iswani duduk didepan meja dan mengeluarkan bungkusan yang berisi beberapa roti basah diatas meja. “Sudah ngopi, Tok?”, tanyanya. “Ya ampun Tok, kamu baru bangun!”, teriak Iswani. “Aku nggak rugi, kok”, jawabnya santai. “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya.




















