Kusingkap sedikit tirai jendela untuk melihat siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang menempelkan telinganya pada pintu, dia juga berusaha mencari-cari lubang untuk mengintip, tapi wajahnya tidak jelas. Vidio Sex Dadang masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas akibat gesekan dengan penisnya, suara erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer. Melihat reaksi Lucy yang malu-malu mau dan sudah terangsang berat, Kelvin makin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Lucy yang terbuka. sambil kumpulin tenaga, kasih senjata gua amunisi dulu dong!” pintanya.Akupun memijati benda itu diselingi jilatan. Kuelus-elus dada Kelvin dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya dia mundur juga.“Tenang Mas, kamu orang terusin aja, biar saya urus yang ini”Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, kaget, atau malu.“Nama kamu Dadang ya?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Kamu tadi sudah ngeliat apa aja Dang?” tanyaku




















