Tapi tolong, jangan lukai saya dan jangan hamili saya. Bokep Ini kan malam minggu, pulang malam juga wajar kan?” katanya mengiyakan sambil melepas pakaiannya dan ternyata (untungnya) penisnya tidak terlalu besar, bahkan ternyata paling pendek di antara mereka. Urip tiba tiba mendengus dengus dan melolong panjang “oooooooouuuuggghh…. Ia melumat bibirku dengan penuh nafsu, sampai aku megap megap kehabisan nafas, lalu ia menyumpal mulutku supaya aku tak bisa berteriak minta tolong. Lepaskan saya dari mereka”. Sudah 15 menit berlalu, dan ia masih memompaku dengan garangnya. Hadi yang seolah mengerti, segera mendekatiku. Memang aku harus mengakui, aku menikmati perlakuan mereka, tapi kalau bisa aku juga ingin semua ini berakhir. Dengan mulut yang tersumpal sementara tangan dan kakiku terikat, aku hanya bisa menggeleng nggelengkan kepala, dengan air mata yang mengalir deras aku memandang mereka memohon belas kasihan, walaupun aku tahu pasti hal ini tak ada gunanya. Selagi aku mulai mengocok dua buah penis itu, wali kelasku yang ternyata bejat










