Wah.. Vidio Porno Malam” kataku“Pak Rahman dimana?”“Sedang ke restroom.. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku
sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku.“Enak sayang.. Puaskan Santi Pak..” Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas
kemaluanku. Enakhh..” Santi mulai meracau kenikmatan.“Oh.. Sendirian aja Pak?” tanyanya.“Sama teman” jawabku sambil memandangi dia yang malam itu tampak cantik dengan gaun malamnya dengan
anggun. Santi suka..” katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat.“Memang punya suamimu seberapa?” tanyaku tersenyum menggoda.“Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu, disamping juga
anggun.Berbeda sekali jika dibandingkan saat aku sedang menikmati tubuhnya,.. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di
kantor.“Ok saya tinggal dulu ya Pak Rahman.. Bapak bisa saja.. God. Kasihan juga Pak Rahman, pikirku geli. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak
bisa membahagiakan istrinya.Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku.“San.. Robert.. Santi suka..” katanya tak melanjutkan lagi jawabannya
karena mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.“Enak Pak?” tanyanya sambil melirik nakal kepadaku.




















