Anak laki-laki itu mengangguk saja. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Bokep Rusia Apa yang ingin mereka lakukan? Polos sekali. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Itu cuma dugaanku. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua.




















