mana mungkin, dia khan masih ingusan. Bokeb Dia sangat menghormati kami. Suamiku seorang laki-laki yang gagah dan bertubuh besar, biasalah dulu dia seorang tentara. Apalagi kami sudah tidak ada lagi masalah dengan kejadian waktu itu.“Iya, bu, sekalian aku ngerjain tugas di sini,” jawab Eki.Aku melepas kerudungku dan duduk di depan tivi di ruang keluarga. Aku adalah seorang ibu rumah tangga. Dan kalau pun Dik Idah hamil, khan gak papa, si Sangga juga sudah siap kalau punya adik lagi,” kata suamiku.Jawaban itu sedikit menenangkan hatiku. Kamu sekolah khan?” bisikku.Eki nampak kaget dan segera duduk.“Oh, Bu.. Aku bahagia dengan suami dan kedua anakku. Eki mengerang pelan, matanya terbeliak melihat kontolnya pelan-pelan masuk ditelan oleh tempikku.“Ohhhh…. Udah pada makan dan bobok nyenyak dari jam 9 tadi.




















