“Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Bokep Montok Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Sakit!! Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. “Hhhmm.. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku mendesah panjang. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu..




















