Bu Melinda sudah tak ada lagi di sebelahku, Pak Adi mengatakan ia sudah pulang lebih dulu dan acara gila tadi sudah selesai.“Terima kasih atas partisipasinya meramaikan acara Kir…kamu memuaskan semua orang hari ini” katanyaIa lalu menyodorkan segelas air dan memintaqu mandi. Vidio Sex Jadi itu istrinya, fikirku sembari menuju ke kursiku dan kembali duduk, walah-walah…kok di hape namanya ditulis ‘Nyi Pelet’ dan sudah 26 kali ia menghubungi tanpa diangkat, sedikitnya ini horror yg sesungguhnya deh. Bu Melinda menatap sayu ke arahku, Pak Ahmad yg menyadari kehadiranku juga menoleh ke arah pintu sembari tersenyum mesum.“Halo Kir, sini!” panggilnya, “ikutan yuk, biar rame!”“Eeerr….aqu…”Belum sempat aqu mengiyakan, badanku sudah didorong seseorang dari belakang sehingga masuk ke kamar. Apalagi remasan keras di buah dadaqu semakin intens dan sapuan lidah kasar di puting disertai gigitan. Aqu tak tau pasti ada berapa orang di ruangan ini, kuperkirakan ada lebih dari selusin suara-suara yg bergantian, aqu menyapukan pandanganku ke ruangan ini, ada beberapa wajah




















