akupun membalas lumatan si bocah sambil menggigit bibir nya, tak lama tanganku bergrilya ke bawah dan mendapatkan batang panjang ukuranya yg sedang. ayoo cepet sayang sudahi ini nanti mbak di cari sama bos mbak ahh” , rian pun mempompa penis nya lebih kuat lagi sehingga mobil pun bergoyang-goyang. Bokepindo ” mau main dek” sapaku. da tara ketika lidah nya bermain di area klirotis ku dan menghisap-hisap lembut,
” aahh dek rian,, ahh pintar sekali kmu dek” ucapku. ku lihat dari wajah sudah memerah bak udang rebus, sange neh bocah pikirku. kami pun bergegas ke belakang dan ku lihat rian sudah tak sabar ingin mendobrak vaginaku. karena hasil usaha warungku pun tak cukup untuk kehidupan ku apa lagi biaya anakku bersekolah.malam itu seperti biasa aku memandu permainan lempar gelang, ku lihat tak begitu ramai hanya beberapa orang yg bermain wahana pasar malam.




















